Untuk cara auto konfigurasinya akan tersimpan ketika kita melakukan restart networking pada jaringan debian maka interface tidak akan down/mati, sedangkan allow-hotplug ketika melakukan restart networking maka interface pada debian akan down/mati.Untuk setingan virtual box seperti pada lab sebelumnya adapater 1 bridge/nat bebas adapter 2 tetap virtual host yang akan digunakan oleh client nanti.Berikut konfigurasinya
* allow-hotplug
Saya asumsikan disini anda sudah login ke virtual debian anda dan masuk ke root , lalu ketikan perintah nano /etc/network/interface enter
lakukan konfigurasi seperti gambar di atas
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet dhcp
allow-hotplug eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.46.1/24
iface eth0 inet dhcp
allow-hotplug eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.46.1/24
terlihat pada diatas eth0 mendapatkan ip secara dinamis, eth1 sudah sesuai dengan yang sudah kita konfigurasi tadi.Setelah itu lakukan "/etc/init.d/networking restart" untuk pembuktian bahwa ketika dilakukan restart jaringan maka interface akan down dan harus menghidupkan nya secara manual lagi dengan perintah yang sama "/etc/init.d/networking restart"
Untuk tempat konfigurasi sama dengan allow-hotplug yaitu nano /etc/network/interface
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.46.1/24
iface eth0 inet dhcp
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.46.1/24
terlihat pada diatas eth0 mendapatkan ip secara dinamis, eth1 sudah sesuai dengan yang sudah kita konfigurasi tadi.Setelah itu lakukan "/etc/init.d/networking restart" untuk pembuktian bahwa ketika dilakukan restart jaringan maka interface tidak akan down, berbeda dengan allow-hotplug yang ketika melakukan restart jaringan maka interface akan down.
setelah itu seting ip satu jaringan pada virtual host pc anda, disini saya menggunakan windows,
dan coba lakukan tes koneksi dari cmd dengan ping ke ip debian dan uji juga inet di debiannya apakah eth0 sudah terkoneksi ke internet
" SEMOGA BERMANFAAT LIKE & COMMENT "










