Konfigurasi ip address pada debian hal yang perlu kita lakukan ketika ingin menentukan interface mana yang akan menjadi server dan sumber internet kita.Pada debian 8 untuk melakukan konfigurasi di simpan pada nano /etc/network/interface.Ada 2 cara melakukan konfigurasi ip di debian 8 yaitu allow-hotplug dan auto.

Untuk cara auto konfigurasinya akan tersimpan ketika kita melakukan restart networking pada jaringan debian maka interface tidak akan down/mati, sedangkan allow-hotplug ketika melakukan restart networking  maka interface pada debian akan down/mati.Untuk setingan virtual box seperti pada lab sebelumnya adapater 1 bridge/nat bebas adapter 2 tetap virtual host yang akan digunakan oleh client nanti.Berikut konfigurasinya

* allow-hotplug

   Saya asumsikan disini anda sudah login ke virtual debian anda dan masuk ke root , lalu ketikan perintah nano /etc/network/interface enter


   lakukan konfigurasi seperti gambar di atas 
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet dhcp

allow-hotplug eth1
iface eth1 inet static
               address 192.168.46.1/24

maksudnya saya membuat konfigurasi untuk eth0 yaitu interface yang mengaraj ke internet akan terseting dhcp, untuk eth1 interface dari virtual debiannya akan diset static.Setelah itu ctrl x untuk menyimpan konfigurasi lalu enter untuk keluar.Setelah itu ketika perintah "/etc/init.d/networking restart" untuk merestart jaringan pada debian.Setelah itu ketikan ip a untuk melihat interface pada jaringan debian apakah sudah terkonfigurasi dengan benar


  terlihat pada diatas eth0 mendapatkan ip secara dinamis, eth1 sudah sesuai dengan yang sudah kita      konfigurasi tadi.Setelah itu lakukan "/etc/init.d/networking restart" untuk pembuktian bahwa ketika    dilakukan restart jaringan maka interface akan down dan harus menghidupkan nya secara manual        lagi dengan perintah yang sama "/etc/init.d/networking restart"



* auto

  Untuk tempat konfigurasi sama dengan allow-hotplug yaitu nano /etc/network/interface



auto eth0 
 iface eth0 inet dhcp

auto eth1
iface eth1 inet static
               address 192.168.46.1/24


terlihat pada diatas eth0 mendapatkan ip secara dinamis, eth1 sudah sesuai dengan yang sudah kita      konfigurasi tadi.Setelah itu lakukan "/etc/init.d/networking restart" untuk pembuktian bahwa ketika    dilakukan restart jaringan maka interface tidak akan down, berbeda dengan allow-hotplug yang ketika melakukan restart jaringan maka interface akan down.



setelah itu seting ip satu jaringan pada virtual host pc anda, disini saya menggunakan windows,


dan coba lakukan tes koneksi dari cmd dengan ping ke ip debian dan uji juga inet di debiannya apakah eth0 sudah terkoneksi ke internet





" SEMOGA BERMANFAAT LIKE & COMMENT "